Halaman

Jumat, 19 Agustus 2011

Guru profesional

1.Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa

Rabu, 10 Agustus 2011

Belajar Matematika dari Bayi


       
Mungkin judul ini menimbulkan beberapa penafsiran.Apakah kita perlu belajar Matematika dari ketika masih bayi? Atau Kita perlu belajar dari karakter dan sifat  kepribadian dan daya juang seorang bayi ? Bagaimana bayi  mulai merangkak ? Ada bermacam gaya bayi merangkak. Ada yang mulai dengan dua kaki tanpa menggunakan tangan sampai dia jatuh terguling. Ada yang sudah siap dengan posisi dua tangan dan dua kaki, tapi nggak bisa maju-maju tidak berpindah. Ada juga yang niatnya mau maju,eh malah jadinya mundur. Bayi, ketika mulai merangkak akan terus bergerak, sampai dia bosan sendiri. Dia jatuh ,bangun jatuh dan bangun lagi. Dan biasanya bayi tidak akan pernah bosan, sampai dia bisa merangkak beneran. Kalau nanti dia sudah bisa merangkak dengan benar, maka dia tidak mau berhenti terus menerus bergerak terus menerus merangkak dan menikmati atau memamerkan ketrampilannya itu dengan riang  .Dari merangkak terus mulai berlatih berdiri, melangkah, berjalan.Dia terus dan terus berlatih.Dia nggak peduli jatuh jatuh dan jatuh.
            Aneh rasanya,seorang bayi yang di mata orang dewasa merupakan mahluk sangat lemah, ternyata bisa merangkak,berdiri,melangkah berjalan dan sampai saatnya dia akan berjalan tanpa dipkirkan lagi tanpa ada yang mengajari tanpa ada yang memberi contoh. Artinya apa ? Bayi diberi kekuatan dari dalam dirinya untuk bisa belajar merangkak !Bayi mahluk kecil tidak berdaya itu, ternyata memiliki kekuatan sangat besar dan menakjubkan.Orang kaya di Indonesia, semisal Ical sekalipun, belajar merangkak sendiri. Ayah dan kakeknya tidak perlu mendaftarkan dia ke sekolah belajar merangkak.
            Lalu apa kaitanya dengan belajar Matematika? Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.
            Kita diberikan naluri dan daya juang yang luar biasa ketika masih bayi.Merngkak merangkak dan terus merangkat tanpa ada yang memaksa atau memerintah.Berlatih ,berlatih dan berlatih dengan kesadaran sendiri tanpa ada yang memerintah bahkan memeaksanya.Matematika bukan ilmu hafalan.
Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Jika sesuatu dilakukan secara terus menerus dan selalu dipraktekan maka dengan sendirinya akan hafal .Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 4 x 4 =16 Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus.
            Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus Phythagoras atau rumus-rumus Geometri. Ketika  Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.
            Kembali pada keajaiban seorang bayi.JIka Anda mempunyai seorang anak,keponakan yang masih bayi,kemudian anda berikan sebuah mainan baru kotak karton misalnya.Apa yang akan ia kerjakan dengan mainan baru tersebut? Dengan suka cita ia akan mengamati,melihat-lihat ,mencoba membuka, membanting,bahkan mencoba memakanya.Dia penasaran dengan mainan barunya. Dengan segala usaha dan perjuangan dia ingin mengetahui kotak itu.
            Belajar dari bayi tersebut semestinya kita jika mendapatkan permasalahan baru soal baru seyogyanya kita mencoba memahami soal,mencoba memecakan soal dengan beberapa strategi beberapa cara.Menurut Polya ada 4 langkah menyelesaikan soal. yaitu memahami soal,menyusun strategi,melaksanakan strategi dan melakukan review terhadap saoal yang telah dikerjakan.Strategi itu antara lain (1) menerka dan menguji kembali.(2).Menggambar suatu diagram. (3).Mengamati pola. (4).Membuat daftar teratur.(5).Bekerja melangkah mundur dan masih banyak strategi yang lain.
Kesimpulan dari pembicaraan ini adalah;(1).    Belajar matematika di perlukan banyak latihan dengan tanpa paksaan.(2). Belajar Matematika diperlukan kegigihan,pantang menyerah dengan berbagai strategi.Selamat mencoba.




Selasa, 09 Agustus 2011

Ramadhan


Tiada hidup tanpa khilaf dan dosa, 
bulan penuh rahmat dan ampunan 
telah datang menjelang, 
maafkanlah segala kesalahan,
agar kita mendapat rahmat dan ampunan.